Informasi
Jumat, 14 Jun 2024
  • LPP Al-Irsyad Al-Islamiyyah Pemalang, Jalan Kyai Makmur no 9 Pemalang
  • LPP Al-Irsyad Al-Islamiyyah Pemalang, Jalan Kyai Makmur no 9 Pemalang
7 Februari 2024

P5 SMP Al-Irsyad Pemalang: Bekarya Melalui Pemanfaatan Lingkungan Sekitar

Rab, 7 Februari 2024 Dibaca 36x SMP Al-Irsyad

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila SMP Al-Irsyad Pemalang kembali diadakan pada tanggal 5-7 Februari 2024. Gaya Hidup Berkelanjutan menjadi tema yang dipilih oleh sekolah, fokus kegiatannya berupa Kreasi Ecoprint dari pemanfaatan lingkungan sekitar. Pengambilan tema bertujuan untuk membuat karya yang memiliki nilai bagi keberlangsungan hidup. Idenya lahir dari banyaknya variasi tanaman di lingkungan SMP Al-Irsyad Pemalang. Melihat harta yang berlimpah ini, sekolah memutuskan untuk membuat kreasi dengan tanaman sekitar. Pengambilan tanaman juga dilakukan dengan tetap menjaga akhlak pada alam.

Mengenal Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5)

Kegiatan P5 merupakan Program baru yang tercantum di kurikulum Merdeka, program ini sudah dilaksanakan sejak akhir 2022. Dalam satu tahun ajaran, P5 diadakan 2 hingga 3 kali dengan tema berbeda. Dari 7 tema yang disediakan, sekolah bebas memilih dan menentukan sendiri seperti apa bentuk kegiatannya. Seluruh pelaksanaan kegiatan P5 disesuaikan dengan kemampuan sekolah.

Dalam penerapannya, kegiatan P5 menggunakan Sistem Blok, dimana siswa-siswi fokus melakukan kegiatan atau membuat proyek selama sehari penuh. Sebelum kegiatan dimulai, Guru wajib memberikan arahan dan pembekalan materi terkait kegiatan yang akan dilakukan. Pengisian Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) juga termasuk salah satu kegiatan P5, LKPD bertujuan untuk mengukur sejauh mana pemahaman siswa terkait pelaksanaan kegiatan.

Kegiatan P5 di SMP Al-Irsyad Pemalang sudah beberapa kali dilaksanakan, berbagai tema pun telah disuguhkan mulai dari demokrasi melalui pemilihan ketua pelajar Al-Irsyad, pengenalan budaya Pemalang melalui tarian daerah, hingga kini gaya hidup berkelanjutan dengan pemanfaatan lingkungan sekitar. Kali ini kegiatan P5 dilaksanakan oleh semua murid kelas 7 dan 8 yang sudah menggunakan kurikulum Merdeka.

Persiapan Kegiatan P5 dilakukan dengan pembuatan tim inti beranggotakan 6 orang terdiri dari Koordinator, Ketua Panitia, Seksi Acara, Sekretaris, Bendahara, dan Seksi Perlengkapan. Tim inti inilah yang memikirkan konsep kegiatan, mereka juga sudah melakukan percobaan pembuatan ecoprint sebelum disosialisasikan kepada murid.

Bekerja Sama Membuat Karya

Gambar 1: Proses Pembuatan Ecoprint pada Kain

Rangkaian kegiatan dimulai pada tanggal 5 Februari 2024, diawali dengan pembukaan oleh Kepala Sekolah SMP Al-Irsyad Pemalang. Dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh guru prakarya, Ustadzah Tamara. Anak-anak dijelaskan terlebih dahulu terkait permasalahan lingkungan hidup seperti sungai-sungai yang airnya tercemar akibat limbah pewarna pada kain, mereka diajak berpikir bagaimana cara mengurangi masalah limbah ini.

Pembuatan Ecoprint dengan menggunakan bahan alami merupakan langkah awal yang mudah dilakukan. Ustadzah Tamara pun mengajarkan teknik dan cara serta melakukan demo pembuatan ecoprint pada kain. Pembuatan Mind Mapping dilakukan setelah pemaparan materi, anak-anak bebas berkreasi dan menulis sesuai pemahaman mereka. Mind Mapping ini sebagai wujud dari LKPD.

Hari kedua pada 6 Februari 2024, Siswa-Siswi kelas 7 dan 8 fokus melakukan pembuatan ecoprint pada berbagai media seperti kaos, kain taplak, dan totebag. Kegiatan dilakukan secara berkelompok agar memperoleh hasil yang lebih maksimal tanpa perlu mengeluarkan banyak tenaga. Proses pembuatan dimulai pada jam 8 dan selesai pada pukul 13.00 WIB. Teknik Pounding dilakukan selama proses kegiatan, pounding dilakukan dengan cara memukul-mukul daun pada kain agar menghasilkan pola dan warna alami pada kain. Pemukulan daun tidak dilakukan secara sembarangan, ada teknik tertentu supaya daun tidak robek. Posisi daun diletakan dibawah kain, lapisan plastik juga digunakan untuk alas daun. Saat proses pembuatan, anak-anak juga harus mengenali daun mana yang mengeluarkan warna bagus pada kain. Tantangan dalam pembuatan ecoprint dibutuhkan kesabaran dan ketelitian dalam proses pengerjaannya.

Gambar 2: Mind Mapping LKPD

Walaupun prosesnya melelahkan, hasilnya tidak mengecewakan seperti yang diungkapkan Ustadzah Apit, Koordinator kegiatan P5, “Alhamdulillah, karya anak-anak kali ini membuat kami bangga. Mereka dengan sabar membuat karya yang memiliki nilai jual yang tinggi. Kami dari tim panitia merasa bangga dengan hasil ini.”

Gelar Karya Sebagai Apresiasi Siswa

Gambar 3: Hasil Karya Ecoprint

Pameran Kreasi Ecoprint dan Mind Mapping dilaksanakan sebagai kegiatan penutup P5 pada tanggal 7 Februari 2024. Pameran dilaksanakan di aula SMP Al-Irsyad Pemalang dan dihadiri oleh kepala sekolah, tim manajemen, bapak dan ibu guru SMP Al-Irsyad, serta siswa kelas 9 yang berperan sebagai apresiator. Semua yang hadir memberikan apresiasi beserta pujian untuk hasil karya siswa siswi kelas 7 dan 8.

Ustadzah Apit mengungkapkan gelar karya memang belum dibuka untuk pihak luar, dikarenakan masih terkendala oleh waktu yang singkat serta tempat yang belum memadai. Kedepannya pihak sekolah berharap bisa kembali mengadakan pameran dengan mengundangan orang tua wali murid serta warga sekitar.

Dengan selesainya acara pameran, kegiatan P5 resmi ditutup. Kepala sekolah menyampaikan rasa syukur dan bangga atas suksesnya pelaksanaan kegiatan P5. Walau dengan waktu terbatas, SMP Al-Irsyad mampu melaksanakan semua proses kegiatan dengan lancar tanpa kendala.

Sampai jumpa di Kegiatan P5 berikutnya! (Humairo Salsabila)

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar